Tanpa banyak kata pengantar, sebaiknya saya langsung saja ya.
1. Pencetus Bumi Bulat Bukanlah Galileo
Seringkali teori bumi bulat dinisbatkan pada Galileo ataupun Copernicus pada permulaan abad kebangkitan di eropa. Sedang pada masa sebelumnya diklaim pencetusnya adalah Al-khawarizmi, salah satu astronom muslim abad pertengahan yang brillian.
Teori bumi bulat atau heliosentris dengan matahari sebagai pusat tata surya sudah dikenalkan sejad abad 420 SM oleh Martianus Capella.
Sedangkan teori bumi datar sebagai pusat alam semesta, disebut Geosentris, dikemukakan pertama kali oleh Ptolemeus atau Ptolemy. Ilmuwan keturunan Yunani-Mesir yang hidup di zaman Romawi.
Bagaimana menurut ilmuwan muslim? mereka pun berbeda pendapat. Ibnu Sina misalnya yang berpendapat bahwa bumi datar, lalu Al-Khawarizmi yg berpendapat bulat. Perbedaan ini wajar, ilmuwan bangsa lain pun dari berbagai era juga berbeda pendapat.
Termasuk zaman Galileo. Perlu diketahui, Galileo dihukum mati karena pemberontakan politik pada kekuasaan absolut gereja, bukan karena perdebatan heliosentrik atau geosentrik. Galileo sendiri telah mengkaui gagal teori heliosentriknya saat tidak berhasil memecahkan Stellar Parallax.
2. Teori Gaya Gravitasi Sudah Tidak Relevan Diganti Teori Elektromagnet.
Salah satu teori dasar dalam bumi bulat adalah adanya Gravitasi atau daya tarik bumi, adanya gravitasi bumi manusia tidak merasakan kemiringan bumi yang berbentuk bulat. Teori yang dicetuskan oleh Isaac Newton. Berdasarkan teori ini, planet-planet yang bergerak mengitari matahari pada jalurnya adalah karena gaya gravitasi antar planet.
Menurut kaum Flatter, teori Gravitasi (yang muncul tahun 1679) ini sudah tidak relevan alias gugur ketika Nicolas Tesla tahun 1800an, menemukan teori elektromagnet. Menurut flatter, benda-benda langit berputar pada jalurnya karena pengaruh medan magnet bumi, sehingga bumi menjadi pusat tata surya. Seperti benda ini videonnya;
Salah satu teori dasar dalam bumi bulat adalah adanya Gravitasi atau daya tarik bumi, adanya gravitasi bumi manusia tidak merasakan kemiringan bumi yang berbentuk bulat. Teori yang dicetuskan oleh Isaac Newton. Berdasarkan teori ini, planet-planet yang bergerak mengitari matahari pada jalurnya adalah karena gaya gravitasi antar planet.
Menurut kaum Flatter, teori Gravitasi (yang muncul tahun 1679) ini sudah tidak relevan alias gugur ketika Nicolas Tesla tahun 1800an, menemukan teori elektromagnet. Menurut flatter, benda-benda langit berputar pada jalurnya karena pengaruh medan magnet bumi, sehingga bumi menjadi pusat tata surya. Seperti benda ini videonnya;
Jika memang gaya gravitasi daya tarik bumi itu ada, kenapa balon bisa terbang ke udara?. Saat membahas soal balon ini, tentunya teori grafitasi menjadi tidak relevan karena yang dibicarakan menjadi teori berat massa Archimedes (muncul tahun ). Jika massa-nya ringan akan terbang, jika berat akan jatuh
Menurut flatter manusia bisa berpijak di bumi, selain karena berat massa manusia yang memang lebih berat dari massa udara juga karena adanya medan magnet bumi.
Bila demikian, kenapa bulan, matahari dan benda-benda langit lainya tidak menabrak bumi yg katanya magnet besar? ya seperti halnya di video di atas. Benda-benda langit lainya dalam pengaruh medan elektromagnet bumi sehingga mereka semuanya mengitari bumi pada jalurnya. Bukan saling beradu gravitasi.
3. Bumi Memiliki Kubah Langit dan Dinding Bumi Yang Tak Dapat Ditembus.
Pertanyaan yang sering muncul jika bumi adalah datang adalah adanya tepi jurang. Menurut teori flatter, bumi memiliki dinding dan kubah yang kasat mata. Kubah bumi tak akan bisa ditembus oleh benda apapun yang dibuat manusia, roket, jet sampai rudal nuklir juga gak bakal tembus. Mereka sudah mencoba sendiri menembakkan roket ke angkasa berikut videonya;
Bagaimana soal dinding bumi? dinding bumi secara nyata adalah dinding salju antartika.
Manusia tak akan bisa melintasi atau menyebrangi antartika. Setiap usaha manusia melintasi dinding es antartika ujung-ujungnya manusia hanya akan mengitari dinding bumi karena kepentok dinding elektromagnetik bumi secara tidak sadar.
Begini gambar imajiner flat earth dengan kubah langit.
Tapi ada juga flatter yang beranggapan bahwa ada kehidupan lain di sisi dinding es Antartika. Jadi di Bumi ini ada alien? bisa jadi, karena sebagai pusat galaksi ukuran bumi sangat luas sedang manusia hanya hidup di salah satu kawah bumi saja. (wkwkwk jadi migren nih).. wah malah jadi ingat film dokter strange, tentang sekumpulan mahluk hidup yang meyakini tinggal di dunia ternyata hanya hidup di dalam pucuk bunga.
Kira-kira seperti bentuk bumi menurut sebagian flatter yang berasumsi bahwa ada kehidupan lain di bagian bumi.
4. Kutub Utara sebagai pusat bumi, Terbang dari timur ke barat akan kembali ke tempat semula.
Lalu bagaimana bila kita terbang dari utara ke selatan? nagh sampai sekarang belum ada yg mencoba terbang melintasi wilayah antartika atau kutub selatan. Sedangkan untuk kutub utara sudah biasa dilintasi.
Qantas maskapai penerbangan Australia, menawarkan penerbangan ke Antartika tapi hanya melintasi gunung Gunung Erebus. Sempat ada rute penerbangan langsung melintasi tepi Antartika dari Australia ke Chile tapi rute ini hanya bertahan dari tahun 2000-2010.
5. Rasi-rasi bintang tidak berubah
Rasi-rasi bintang yang digunakan dalam navigasi kapal tidak pernah berubah. Semuanya bergerak sesuai jalurnya. Padahal bila bumi bergerak mengelilingi matahari seharusnya formasi rasi berubah, inilah yg disebut dengan stellar parallax yang hasilnya selalu negatif dalam teori heliosentris.
Apa sih stellar parallax ? Yaitu saat kita memandang obyek dari posisi yang berbeda, tentunya hasilnya juga berbeda kan?. Misal di bulan januari Bumi berada di sisi kiri matahari, tentu formasi bintang akan berbeda ketika bulan Juli saat bumi berada di sisi kanan matahari.
Dalam teori bumi datar, formasi rasi-rasi bintang tidak berubah, mereka mengitari kubah langit bumi sesuai lintasan dan formasinya. Hanya ada satu rasi bintang yang tak berputar yaitu rasi bintang utara yang letaknya tepat di atas kutub utara. Selama berabad-abad, rasi-rasi bintang ini memandu perjalanan di laut.
Gambar diatas fotografi long exposure tentang pergerakan bintang-bintang mengeliling bumi. Ada satu bintang yg tetap tak berputar yaitu bintang utara. Logikanya juga jika memotret ke arah timur seharusnya garis cahaya melintas di atas kepala bukannya menyamping seperti ini. Ini bukti nyata lho dan para fotografer mahir sangat memahami tehnik foto tersebut.
6. Ukuran Matahari lebih kecil dan jaraknya lebih dekat.
Siang dan malam terjadi seperti pusaran yin-yang dalam filosofi China.
7. Teori Bumi Datar tidak berafiliasi dengan agama apapun tapi meyakini adanya Sang Pencipta.
Ketika disodorkan tentang teori bumi datar, biasanya stigma kita langsung menjudge bahwa ini pasti berasal dari dogma agama?. Biasanya langsung dituduh wahabi, ekstremis dll. Padahal aktifis flatter murni bekerja berdasarkan eksperimen ilmiah dari berbagai latar belakang agama.
Harap dimaklumi, hampir semua agama mengajarkan bahwa bumi ini “terhampar” sebagai tikar digelar. Lalu Tuhan/Dewa-dewa memberikan hiasan di langit.
Apa yg mereka lakukan adalah tradisi astronomi yang selama berabad-abad, dari zaman sebelum masehi sampai sekarang biasa dilakukan pecinta luar angkasa, hanya saja beda 'madzhab' sains, geosentris atau heliosentris. Teori geosentris sempat redup saat teori bumi bulat gencar dikenalkan terutama selama masa perang Dingin hegemoni antara Amerika dan Sovyet.
Sebagaimana halnya proses ilmiah, dua teori ini diadu melalui berbagai uji eksperimen dan eksplorasi seperti, uji kedataran air laut dengan sinar laser, menembakkan roket untuk mencoba menembus kubah bumi, sampai terbang di ketinggian batas langit dengan pesawat Mig29 untuk melihat horizon bumi, lengkung atau datar.
Sorry terlambat di posting. Di video ini akan menjelaskan dengan sangat menarik mengenai teori konspirasi kebohongan sains modern. Sangat wajib anda nonton sampai tuntas dan pahami dengan baik.







