Konflik yang terjadi dalam sebuah manajemen organisasi tidak selalu negatif, bisa saja konflik itu sengaja dimunculkan untuk menciptakan dinamika dalam majanemen. dengan tujuan meningkatkan etos kerja dan daya saing antar pegawai.
Pengertian konflik yang mengacu pada pendekatan sosial adalah seperti yang dikemukakan aleh Cummings dan Alisjahbana.
Cummings mendefinisikan konflik sebagai suatu proses interaksi sosial, dimana dua orang atau lebih, atau dua kelompok atau lebih berbeda atau bertentangan dalam pendapat dan tujuan mereka. Alisjahbana mengartikan konflik sebagai perbedaan pendapat dan pandangan diantara kelompok-kelompok massyarakat yang akan mencapai nilai yang sama.
Pengertian konflik yang mengacu kepada pendekatan organisasi antara lain dikemukakan oleh para pakarberikut. Luthans mengartikan konflik sebagai ketidak sesuaian nilai atau tujuan antara anggota kelompok organisasi. Dubrint mengartikan konflik sebagai pertentangan antara individu atau kelompok yang dapat meningkatkan ketegangan sebagai akibat saling menghalangi dalam pencapaian tujuan. Sedangkan A.F Stoner menyatakan bahwa konflik organisasi adalah perbedaan pendapat antara dua atau lebih banyak anggota organisasi atau kelompok, karena harus membagi sumberdaya yang langka atau aktifitas kerja dan/atau pandangan yang berbeda.
Merujuk dari semua definisi yang disebutkan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa konflik merupakan suatu situasi penuh pertentangan yang menimbulkan tindakan-tindakan bermusuhan atau balas membalas.
Penyelesaian konflik (conflict resolution) merupakan tindakan yang dilakukan pimpinan organisasi dalam menghadapi pihak-pihak yang sedang berkonflik. Metode penyelesaian konflik yang paling banyak digunakan menurut Winardi adalah dominasi, kompromis, dan pemecahan problem secara integratif.
Setiap pimpinan organisasi berbeda dalam merespon/menanggapi konflik. Teori tentang prilaku konflik (conflict behavior) disimpulkan oleh Blake dan Mouton, Filley, Hall, Thomas dan Kilmann terdapat lima macam cara orang menanggaapi konflik yaitu: menghindar, akomodasi, kompetisi, kompromi dan bekerja sama.
Teknik menghindar dari konflik menjadi lebih baik apabila pihak lain dapat memecahkan masalah lebih efektif.
Mengakomodasi, berarti mengalah terhadap berbagai kehendak/kemauan orang lain. Akomodasi dapat berarti memelihara suatu hubungan dengan pihak lain, atau suatu usaha memadukan orang-orang yang terpisah.
Menyerahkan keputusan kepada pihak lain dirasakan lebih baik daripada mengambil resiko untuk mengasingkan orang lain. Nilai yang diyakini oleh akomodator bahwa konflik bermakna negatif dan merugikan.
Teknik akomodasi merupakan suatu itikad baik jika salah satu pihak merasa salah dan mengijinkan pihak lain untuk melaksanakan keinginannya. Akomodasi dijadikan alternatif untuk menanggapi konflik apabila ingin menjaga hubungan baik.
